Sejarah

SEJARAH PERKEMBANGAN POLITEKNIK ILMU PELAYARAN (PIP) SEMARANG DAN UNIT PERPUSTAKAAN

I. PRA-KEMERDEKAAN DAN MASA EMBRIO (Abad ke-19 – 1949)

  • Abad ke-19 (Masa Pemerintah Hindia Belanda):

    • Menjadi embrio awal pendidikan pelayaran dengan dibentuknya Sekolah Latihan untuk Pelaut Pribumi guna memenuhi kebutuhan tenaga pelaut kelas menengah.

  • 1942 – 1945 (Masa Pendudukan Jepang):

    • Jepang mendirikan lembaga pendidikan pelayaran (Sekolah Bagian Tinggi) di Semarang untuk melatih tenaga pelaut lokal.

    • 1943–1945: M. Nazir menjabat sebagai Direktur Sekolah Maritim di Semarang, menjadi salah satu tokoh perintis pendidikan pelayaran pada masa penjajahan Jepang.

  • 1945 – 1949 (Masa Revolusi Kemerdekaan RI):

    • 10 September 1945: Berdirinya Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) di bawah pimpinan Kepala Staf ALRI Pertama, Mas Pardi.

    • Bangunan bekas sekolah pelayaran Jepang di Semarang dimanfaatkan oleh para perwira maritim Indonesia sebagai tempat pelatihan darurat bagi calon pelaut dan awak kapal ALRI.

II. PENDIRIAN SEKOLAH PELAYARAN SEMARANG / SPS (1950 – 1955)

  • 1 Desember 1950 (Pembentukan Komite Pendirian):

    • Dibentuk Komite Pendirian Sekolah Pelayaran Semarang (SPS) yang berkedudukan di Kantor Gubernur Jawa Tengah. Pembentukan ini diprakarsai oleh Residen Milono, Gubernur Jawa Tengah R. Budiono, dan Panglima Divisi Diponegoro Kolonel Gatot Subroto.

  • 15 Januari 1951 (Resmi Dibuka / Rujukan Dies Natalis):

    • SPS resmi dibuka dan beroperasi dengan nama De Zeevaartschool te Semarang (Sekolah Pelayaran Semarang) bertempat di Aula Sekolah Teknik Pertama (STP), Jl. Karangtempel 121 Semarang.

    • Direktur pertama dijabat oleh L.W. van den Heuvel (Kepala Pelabuhan Semarang), kemudian dilanjutkan oleh Tn. Herres.

  • September – 5 Desember 1951 (Penegasan Status Negeri):

    • Pengelolaan SPS diserahkan secara resmi kepada Jawatan Pelayaran RI (negeri) di bawah pimpinan R.K.W. Soediono berdasarkan SK No. P1/3442/1951 tanggal 2 Oktober 1951.

    • Serah terima resmi dari komite pendiri kepada Jawatan Pelayaran RI dilaksanakan pada 5 Desember 1951.

  • 1952 – 1954 (Pembangunan Kampus Jl. Siwalan):

    • 1 September 1952 / 20 Maret 1953: Pelaksanaan pembangunan kampus di Jl. Siwalan, Semarang dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Residen Milono.

    • 25 Desember 1953: Peletakan batu terakhir dilakukan oleh M. Pardi (Kepala Jawatan Pelayaran).

    • 6 Juli 1954: Kampus baru SPS diresmikan secara megah oleh Menteri Perhubungan Ir. Roosseno dan Menteri Penerangan L. Tobing.

  • Tahun 1955 (Cikal Bakal Perpustakaan):

    • Perpustakaan PIP Semarang resmi berdiri pada tahun 1955 bersamaan dengan berjalannya institusi SPS, dengan tugas awal mengelola layanan perpustakaan dan penerbitan.

III. ELSKALASI KELEMBAGAAN DAN JENJANG PENDIDIKAN (1955 – 1999)

  1. 1955 – 1975: Sekolah Pelayaran Menengah (SPM) Semarang

    • Perubahan nama dan penyesuaian jenjang dari SPS menjadi SPM Semarang.

  2. 1974 – 1981: Pendidikan Perwira Pelayaran Besar (P3B) Semarang

    • Penyesuaian kelembagaan untuk mencetak perwira pelayaran tingkat tinggi.

  3. 1979 – 1995: Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran (BPLP) Semarang

    • Menyelenggarakan program Diploma III (Strata A) dengan masa studi 3 tahun.

  4. 1995 – 1999: BPLP Semarang (Jenjang Diploma IV)

    • Program pendidikan ditingkatkan menjadi Diploma IV (setara Sarjana/S1) dengan masa studi 4 tahun.

  5. 13 Oktober 1999: Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang

    • Beralih status menjadi Politeknik berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan No. KM. 81 Tahun 1999 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Ilmu Pelayaran.

    • Perkembangan Perpustakaan: Pengelolaan perpustakaan dan penerbitan digabungkan secara resmi menjadi Unit Perpustakaan dan Penerbitan.

IV. ERA BADAN LAYANAN UMUM / BLU (2009 – SEKARANG)

  • 28 Desember 2009:

    • PIP Semarang resmi beralih status pengelolaan keuangan menjadi Badan Layanan UMUM (BLU).

  • Tahun 2014:

    • Penyesuaian struktur organisasi BLU berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. PM. 43 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.

V. TOKOH-TOKOH PENTING PENDIRI SPS

  1. M. Nazir: Direktur Sekolah Maritim (1943–1945) dan perintis pendidikan pelayaran masa pendudukan Jepang.

  2. Residen Milono: Pencetus inisiatif utama pendirian sekolah pelayaran nasional di Semarang.

  3. Residen Milono, R. Budiono (Gubernur Jateng), & Kolonel Gatot Subroto (Pangdiv Diponegoro): Anggota Komite Pendirian Sekolah Pelayaran Semarang (1950).

  4. L.W. van den Heuvel: Kepala Pelabuhan Semarang sekaligus Direktur Pertama Zeevaartschool te Semarang (1951).

  5. R.K.W. Soediono: Pimpinan SPS yang memimpin proses pengalihan status dan penegerian di bawah Jawatan Pelayaran RI.

VI. SUKSESI KEPEMIMPINAN UNIT PERPUSTAKAAN DAN PENERBITAN

Sejak berdiri pada tahun 1955 hingga saat ini, Unit Perpustakaan dan Penerbitan PIP Semarang telah dipimpin secara bergantian oleh:

  1. Sudirman Purwo

  2. Agus Subardi

  3. Agus Hadi Purwantomo

  4. Rahyono

  5. Sumarno PS

  6. FX Martono

  7. Norman Ismoyo

  8. Joko Sasmito

  9. Dwi Hatmani

  10. Suar Demantika

  11. Arika Palapa

  12. Riris Very Sulistiyani

  13. Laksmi Setyorini

  14. Retno Hariyanti